Kesenian modern memang sudah banyak yang berkembang sebagai sebuah hiburan. Namun Pada Kenyataannya, kesenian Reog Ponorogo menjadi salah satu kesenian tradisional menjadi pertunjukan yang sangat dinantikan oleh masyarakat baik masyarakat Suku Jawa yang ada di Kotaraya maupun masyarakat Suku lain yang ada disekitarnya dalam setiap penampilan kesenian Reog Ponorogo .
Reog Ponorogo biasanya dipentaskan dalam beberapa acara seperti pernikahan, khitanan, dan hari-hari besar Nasional. Pementasan Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian. Tarian pertama yang dibawakan oleh 6–8 gadis yang menaiki kuda. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang atau jathilan. Tarian berikutnya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu yang disebut Bujang Ganong atau Ganongan. Adegan terakhir adalah Singa Barong, di mana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50–60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni Reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya.












Tidak Ada Komentar